Sebelumnya penulis ingin berbagi opini penulis berdasarkan keresahan penulis dan kesimpulan pandangan penulis dan orang orang yang pernah duduk bersua dan bertukar pikir bersama penulis yang alhasil menghasilkan pandangan tersindiri yang penulis sampaikan dalam bentuk opini ini yang besar harapan bisa menjadikan refleksi bersama. Menyandang predikat sebagai mahasiswa bagi penulis memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang harus dibuktikan kepada keluarga maupun masyarakat. Karena mahasiswa memiliki esensi kemampuan yang kompleks, sehingga mampu melihat suatu persoalan secara utuh dan memaknai persoalan secara menyeluruh.
Kampus adalah dunia di mana menimba berbagai ilmu pengetahuan, mempersiapkan masa depan dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang berkualitas dan kompetitif. karena rajin kuliah, mengerjakan tugas tepat waktu, mencari refrensi diperpustakaan dan mencapai indeks prestasi kumulatif tinggi. Sebagai calon cendekiawan muda dan aktor intelektual handal idealisme untuk belajar menjadi suatu yang harus diprioritaskan. karena hal itu mutlak inisiatif seluruh mahasiswa pada umumnya. Tetapi menjadi hambar dan bertolak belaka jika mahasiswa hanya mengembangkan diri dalam lingkungan internal kampus saja, yaitu belajar, mengerjakan tugas dan dapat nilai baik. Sebagai seorang mahasiswa berprestasi dibidang akademik memang sudah menjadi sebuah kewajiban untuk belajar. Benar! Tugas seorang mahasiswa adalah belajar. Tetapi, apa iya cukup kalau hanya belajar.? Pandangan sempit penulis bahwa belajar di ruang kelas sudah cukup untuk mengasah kompetensi dan kualitas diri serta kemampuan akademik. Namun faktanya, dalam membina profesionalisme diri menjadi aktor perubahan (agent of change) dapat dalam bentuk diluar dari penerapan teori teori yang diberikan di kelas (kampus). Salah satu tempat untuk mengasah kompetensi diri adalah berperan aktif diorganisasi mahasiswa sebagai tempat penyaluran ide-ide inovatif, kreatif dan produktif. karena secara umum sebagaian besar mahasiswa dan orang tua tumbuh benih benih angapan bahwa organisasi menjadi komponen yang dapat menggangu aktivitas kuliah dan akademis. Hal ini disebabkan karena terdapat sebagian mahasiswa yang aktif organisasi tidak bisa mengatur antara waktu kuliah dan organisasi. Sehingga Indeks Prestasi (IP) maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rendah. Tidak bisa dipungkiri memang ada mahasiswa tertentu yang mengalami, karena terlalu sibuk berorganisasi dan kuliah keteteran atau ada faktor lain yang mempengaruhi tetapi dalam konteks yang berbeda. Cerminan tersebut sebenarnya kembali ke personalnya.
Menurut hemat penulis, jauh lebih afdol dan lebih tepat seluruh pengetahuan mahasiswa tidak hanya dipraksiskan pada proses belajar mengajar diruang kelas kampus, atau hanya sebagai syarat untuk cepat wisuda. Namun wawasan akademik yang telah terbangun dalam kampus pada proses belajar tersebut dapat diimplementasikan di berbagai organisasi organisasi mahasiswa (ORMAWA) ataupun bisa menciptakan Kultur kelas belajar kedua yang di mana mahasiswa dapat mendapatkan pengetahuan dari organisasi tersebut yang sesuai dengan disiplin ilmunya atau dalam disiplin ilmu yang lebih luas. Biasanya ada pertanyaan yang dilontarkan, apakah kuliah yang utama atau organisasi.? Pilihannya tergantung pada mahasiswanya. Menjadikan organisasi sebagai pilihan utama, konsekuensinya berarti kuliah akan sedikit kurang maksimal. Padahal tujuan masuk kampus adalah untuk kuliah, jalan tengahnya menjadikan organisasi sebagai pendukung prestasu dikampus dan untuk mengembangkan diri. Dan tidak ada lagi pendotokomian anatara kuliah dan organisasi yang aman keduanya bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya seperti itu istilahnya. Mahasiswa dan organisasi jika kita telisik, ibarat kuku dan daging artinya suatu pasangan yang tidak pernah terpisahkan.Di mana organisasi merupakani sarana atau wadah efektif bagi mahasiwwa untuk mengekspresikan seluruh potensi didalam dirinya.Walaupun dilain sisi masih banyak mahasiswa cuek dan tidak peduli betapa pentingnya berorganisasi, bahkan tidak sedikit dari mahasiwa sekarang memberikan paradigma negatof terhadapt organisasi. karena Organisasi hanya menghabiskan waktu, tenaga dan materi. Begitu katanya teman sejawat penulis dikampus.Tetapi fakta empiriknya bergabung disebuah organisasi kita bisa belajar banyak hal yang notabene kita tidak diajarkan dalam kurikulum normatif kampus.Beberapa contoh seperti, melatih membangun sosialisasi, melatih jiwa kepemimpinan, memperluas jaringan, menyalurkan hobi dan minat dan sebagainya. Selain itu, organisasi juga sebagai laboratorium pendidikan bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan soft skill maupun hard skill yang dimiliki.
Dewasa ini organisasi dapat memberikan manfaat yang begitu variatif dan menjadi penunjang prestasu. Potensi berorganisasi sangat mendorong kemampuan belajar dan berbagi pendapat dalam mengambil kebijakan hingga keputusan. Banyak pikiran pikiran bary yang bisa kita adopsi sebagai acuan untuk menyelesaikan persoalan persoalan strategis dilingkungan sosial masyarakat. Aktif berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan memberikan banyak pengalaman yang cukup signifikan. Berkontemplasi dengan berbagai pemikiran teman teman seorganisasi adalah bekal dalam membangun karir yang militant. Karena mahasiswa berprestasi tidak hanya diukur dari indeks prestasu kumulatif yang tinggi, tetapi nilai prestasi tersebut mampu memberikan manfaat untuk orang sekitar dan masyarakat dalam aksi nyata dalam wadah organiasi jika mengacu pada esensi mahasisw itu sendiri sebagai Agent Of Change.
Maka dari itu penulis mengajak untuk memiliki prestasi akademis dan organisasi. Jangan sampai di ujung masa kuliah nanti hanya membawa secarik kertas bertulis transkrip atau selembar ijazah. Karena masa depan tidak bisa dibangun hanya dengan selembar kertas. Sebuah pesan yang substansial bahwa IP yang tinggi akan mengantarkan mahasiswa ke panggilan wawancara. Tetapi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, analytical thingking, kreativitas, dan kolaborasi akan mengantar pada masa depan yang cerah.
Oleh: Akrim Abdul Ghoni-Kader Bidang Hikmah IMM Rosyad Sholeh
Komentar Terbaru