Spread the love

Pada tanggal 5 Maret 2022, Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PK IMM Rosyad Sholeh membuka ruang diskusi secara online yang diberi nama Dialekita. Dialekita ini merupakan salah satu bagian dari proker Bidang RPK yang direncanakan dalam 1 periode kedepan dilaksanakan 2 kali dengan topik yang akan dibahas secara umum yaitu filsafat. Tema pertama yang dibahas adalah “Filsafat sebagai basis berbagai sistem kehidupan”. Dengan tujuan memberikan pemahaman kepada khalayak umum, terkhusus kader maupun calon kader PK IMM Rosyad Sholeh bahwa mempelajari filsafat untuk menjalani perjalanan kehidupan sebagai manusia itu merupakan hal yang penting, selain itu adanya proker Dialekita ini guna mengasah cara berpikir pada kader untuk saling berdialek dan memberikan pemahaman-pemahaman baru yang mungkin sebelumnya belum diketahui. Pada tema kali ini, pemantik yang mengisi ialah Immawan Yamanan selaku Ketua Umum PC IMM AR-Fakhruddin Kota Yogyakarta 2021-2022, dan alumni Baret Merah PC IMM Sukoharjo 2019. Sebelum membahas secara umum, Immawan Yamanan menyampaikan 3 point yang menjadi inti pembahasan pada Dialekita kali ini. Yaitu, pembahasan singkat mengenai lahirnya filsafat, Pandangan Islam terhadap filsafat, dan yang terakhir bagaimana filsafat itu sendiri berkaitan dengan dilaksanakannya berbagai sistem kehidupan oleh manusia.

Filsafat merupakan induk dari ilmu, ilmu akan terus berkembang, adanya perkembangan ilmu ini juga berdasar dari filsafat. Kelahiran filsafat diawali pada masa Yunani Kuno, yaitu pada abad ke 6 SM. Pada masa itu menjadi masa yang terpenting, karena telah terjadi perubahan pola pikir menggunakan mitos untuk menjelaskan fenomena alam, atau perubahan mitosentris. Runtuhnya ritme dongeng-dongeng yang selama ini menjadi pembenaran setiap gejala alam yang terjadi. Misalnya, adanya petir, orang Yunani Kuno berkesimpulan menganggap adanya petir karena dewa sedang marah, lalu ketika dewa sedang menggoyangkan kepalanya terjadilah fenomena gempa bumi. Kemudian munculnya Thales, yang mengatakan bahwa munculnya segala sesuatu itu bukan dari dewa tapi dari air. Thales adalah seorang filsuf pertama yang mengkaji dan menganalisis asal usul alam, dan mengatakan bahwa unsur terpenting pada makhluk hidup adalah air, maka asal mulanya alam adalah air. Sedangkan Heracllitos menganggap unsur terpenting adanya alam adalah api, karena menurutnya api sebagai lambang perubahan dan kesatuan. Di sisi lain abad ke-6  juga menjadi fase dimulainya tahap rasionalisasi, karena orang-orang mulai mencari jawaban rasional mengenai asal usul terjadinya alam semesta.

Filsafat tidak ditentang oleh Islam, karena sesuai dengan Firman Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW yaitu Iqra atau bacalah, iqro yang di maksud di sini adalah membaca secara umum yang melibatkan akal dan pikiran, secara tidak langsung inilah yang di maksud filsafat. Di saat kita berdiskusi lalu menggunakan akal dan pikiran kita untuk berdiskusi, di situlah secara tidak langsung kita telah berfilsafat. Filsafat juga sebagai upaya untuk menjelaskan cara Allah SWT menyampaikan kebenaran dengan cara yang rasional dengan pemikiran-pemikiran yang rasional pula. Menurut Al-Kindi, Ibnu Sina seorang filsuf yang terkenal di Barat dan pemikirannya digunakan dalam perkembangan Islam, Filsafat secara singkat berpikir secara universal, radikal, dan kritis. Dalam kehidupan manusia sehari-hari filsafat digunakan sebagai metode untuk berpikir kritis bagaimana kita bernalar dan menggunakan akal fikiran kita. Fungsi filsafat secara umum yaitu digunakan untuk mencari kebenaran terhadap fenomena-fenomena yang ada pada alam semesta ini. Filsafat juga akan terus berekmbang dengan adanya ilmu-ilmu pengetauhan.

editor: Ria Resti