Spread the love

Oleh : Nur Laila Oktavianingrum

Suplemen Iman di Dalam Ikatan-Keagamaan menjadi salah satu aspek dalam trilogi IMM. Sebagai salah satu organisasi otonom dan anak kandung Muhammadiyah, IMM juga memiliki tanggungjawab untuk menyebarluaskan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sebagai salah satu realisasinya, IMM Rosyad Sholeh menghadirkan kegiatan Kajian Noto Ati.

Nama Kajian “Noto Ati” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya menata hati. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang muhasabah diri dan membuat kader IMM Rosyad Sholeh dapat senantiasa menata hatinya kembali setelah disibukkan dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Mungkin kuliah, mengerjakan tugas, rapat, dan kegiatan organisasi lainnya seringkali membuat kader lelah dan mengesampingkan ibadah. Kegiatan ini sekaligus menjadi reminder atau pengingat bagi kader bahwa urusan akhirat juga harus dipikirkan.

Syukur Alhamdulillah, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara hybrid yaitu online dan offline pada hari Ahad pagi (23/01/2022) pukul 09.00-11.00 WIB. Berlokasi di Masjid Kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Gedung Siti Walidah Lt.3, Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dan menggunakan media Zoom Cloud Meetings sebagai sarana penghubung dengan kader-kader yang belum bisa hadir secara offline. Kajian Noto Ati ini menjadi kajian pertama IMM Rosyad Sholeh dan mungkin di lingkungan kampus UNISA yang dilaksanakan secara hybrid mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19.

Dalam kegiatan ini, IMM Rosyad Sholeh menghadirkan Bapak Iwan Setiawan, S.Pd.I, M.S.I sebagai pemateri. Beliau merupakan dosen Agama Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Selain itu, beliau juga merupakan kader Muhammadiyah yang sekarang aktif di KOKAM dan pernah aktif juga di Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini di moderatori oleh Immawati Nisa Kamila selaku anggota bidang Tabligh Kajian dan Keislaman (TKK). Nisa Kamila merupakan mahasiswi prodi Arsitektur semester 3 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Mengusung tema “Suplemen Iman di Dalam Ikatan”, Bapak Iwan-beliau kerap disapa- membawakan tafsir Q.S. Al-‘Asr ayat 1-3. Surat Al-‘Asr ini merupakan salah satu surat yang familiar selain surat Al-Ma’un. Benar bahwa teologi Al-Ma’un lebih dulu dikenal hingga KH. Ahmad Dahlan dijuluki sebagai Kiai Al-Ma’un, akan tetapi teologi Al-‘Asr ini juga mengandung nilai-nilai positif yang dapat diterapkan khususnya bagi kami kader IMM Rosyad Sholeh.

Dalam kajian ini dikisahkan latarbelakang turunnya surat Al-‘Asr. Pada masa itu dikatakan bahwa waktu sore (ashar) digunakan untuk hal-hal yang mengandung kemudharatan atau hal-hal yang tidak bermanfaat. Oleh karenanya, surat ini diturunkan untuk menjadi teguran dan peringatan bahwasannya manusia sedang dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan saling menasehati dalam kebaikan. Hal ini menjadi pengingat khususnya bagi kader IMM Rosyad Sholeh sendiri untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin dan lebih kepada bagaimana menjaga hubungan transendental (habluminallah) dan menjaga hubungan antar kader yang sedapat mungkin saling mengingatkan dalam kebaikan khususnya perkara ibadah dan beramal shalih.

Bapak Iwan juga menyampaikan pesan untuk menjadikan IMM ini sebagai ajang memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang. Sebab ketika kita memberi kebermanfaatan kepada banyak orang, Insya Allah akan mendapatkan manfaat walaupun mungkin tidak instan. Beliau juga mengatakan bahwa ia bisa menjadi dosen di UNISA juga salah satunya berkat organisasi yang ia ikuti selama menjadi mahasiswa.

Sesuai dengan tema yang diusung, diingatkan lagi untuk instrospeksi diri khususnya terkait iman kepada Allah. Selama menjadi mahasiswa dan kader IMM, mungkin sering disibukkan dengan urusan duniawi dan lalai terhadap urusan akhirat, jarang melibatkan Allah dalam setiap kegiatan. Padahal sebanyak apapun amal kebaikan, ketika tidak disertai dengan keimanan maka hanya akan mendapat apresiasi manusia semata dan tidak bernilai ibadah di hadapan Allah.

Editor: Firmansyah